Undelayed Sebarkan Kekuatan Dari Perbedaan Dalam ‘Omit’

Share Artikel Ini!

Kuartet Progressive Metalcore asal Bintaro, Undelayed baru saja merilis lagu mereka yang paling baru, berjudul ‘Omit‘.

Undelayed sendiri telah berdiri sejak 2015 dan sukses merilis sebuah EP di tahun lalu.

Setelah ditinggal sang gitaris, kini Undelayed lebih memilih jalan ber4, tapi sama sekali gak kerasa pincang, malah di lagu ini musik mereka terdengar lebih garang!

Di lagu ini pula mereka menggaet salah satu vokalis dari band Nu-Metalcore berbahaya asal Jakarta, Danny Supit dari Sequel Of Sunday sebagai vokalis tamu.

Selengkapnya gue udah ngobrol dikit sama Undelayed soal lagu baru ini, makna lirik, dan perubahan dan pendewasaan mereka dalam bermusik.

Yok disimak!

Well, Apa kabar Undelayed? Sebelum itu, coba kenalin nama dan posisi kalian di dalam band!

Dzikri : Halo. gw Dzikri gitaris Undelayed.

Edrian : Hi, Gua Edrian di bass.

Yanuar : Halo gua Yanuar di vocal.

Edrian : Yg satu lagi ada Yudha di drums, mungkin sudah tidur karena besok dia kuliah .

Wah kemana tuh si Yudha? haha. Nah gue tau Undelayed adalah band yang punya lirik sarat akan hal positif dan memotivasi nih. Apasih pesan yang kalian mau utarain di lagu ini? Diliat dari beberapa hal yang kalian posting sebelum rilisnya lagu ini, kayanya topiknya sendiri lumayan berat ya? Coba di ceritain dikit..

Dzikri : Jadi kalo dari gw pribadi sih, banyak bgt orang di sekitar gw yang bilang ngapain sih main musik metal? Emang masih jaman ya main musik metal? Nah hal2 kayak gitu jujur bikin gw geram banget dan, hal itulah yang mau kita sampaikan ke orang banyak di lagu “OMIT” ini.

Gak hanya dari sudut pandang musik aja, contoh pekerjaan kayak selain kantoran tuh kadang suka di pandang sebelah mata. Pokoknya yang gw liat di masyrakat kita itu, kalo ada orang yang ngelakuin sesuatu yang beda sama mayoritas masyarakat itu lakuin, pasti di remehinm karena yang minoritas ngelakuin sesuatu ga sama kayak orang-orang mayoritas pada umumnya. intinya kalo kita “BEDA” pasti kita di pandang sebelah mata oleh orang banyak. makanya itu kita ngangkat hashtag #wearedifferent di lagu “OMIT” ini untuk meng encourage orang bahwa, jadi beda itu keren dan ga sama kayak mayoritas orang banyak. Tetep lakuin apa yang lo suka, gapeduli orang ngomong apa, tetep lakuin aja, selama itu ga merugikan orang lain.

Yanuar : Kalo gua juga dari pengalaan pribadi si. Kayak banyak banget dari lingkungan gua sendiri masih banyak banget yang mikir kalo orang yang sukses tuh yang pake baju rapih. Dan harus kerja kantoran. Kalo mereka ngeliat kaya musisi, seniman, atau apapun yang menurut mereka penampilannya engga kaya orang kebanyakan bakal dianggep sebelah mata banget. Apalagi orang yang tattoan wah, diomongin jelek bgt sama mereka. Padahal mereka engga tau juga pribadinya orang itu kayak gimana. Terlalu cepet buat ngejudge orang dari penampilannya. Dan menurut gua di Indonesia emang udah turun temurun begitu kayaknta. “Semua orang harus sukses”, tapi yg ada dipikiran mereka sukses itu cuma buat orang yang rapih , dan kerja kantoran. Itu yang bikin jakarta macetnya engga selsai2 karna semua orang mikirnya sama. Mereka engga berani buat jadi beda. Mereka takut dikucilkan. Jadi emang syndrome itu emg ada. Ketika orang banyak ngelakuin sesuatu yang mereka nganggep itu bener. Yang padahal itu belom tentu juga. Tambahan, cuma dia indonesia kayaknya yg nganggep pekerjaan itu yg bener adalah pekerja kantoran. Padahal masih banyak banget yang bisa dilakuin, masih banyak banget jenis pekerjaan yang bisa dilakuin dan sesuai dengab passionnya masing-masing. Menurut gua itu bakal lebih maksimal ketika orang emang ngerjain apa yang dia suka dibidangnya.

Edrian : Mungkin kita sudah sedikit berubah sih dari EP yang sebelumnya positif untuk diri sendiri, namun sekarang kita mungkin positif untuk orang lain dan masyarakat. untuk lagu omit itu sendiri gua awalnya melihat dan kesal kepada orang-orang mayoritas yang stigmanya kalau kerja kantoran, pakaian rapih, dan uang banyak itu takar ukur kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup di negara kita ini. Dan mereka *maaf nih* yang minoritas tidak kerja kantoran, tidak berpakaian rapih, dan hidup sederhana dipandang sebelah mata dan kurang dihargai oleh orang2 yang stigma nya kantoran. Padahal sih kalo menurut gua takar kesuksesan dan kebahagiaan itu diukur dari bagaimana seseorang itu berguna untuk orang lain. Jadi banyak sekali para minoritas pekerja non kantoran yang sebenarnya banyak berguna untuk mayoritas pekerja kantoran. Walaupun sebenarnya para mayoritas kantoran butuh jasa dan tenaga para minoritas non kantoran, namun mereka yang mayoritas pekerja kantoran kurang menghargai para minoritas non kantoran tersebut.

Yudha : Kurang lebih sama kaya yg lain, disini kita mau nyampein aja kalo jangan pernah takut ato salah ngelakuin sesuatu yang beda, ga selamanya itu negatif. Disini kita percaya kalo lewat musik kita bisa nyampein pemikiran kita ke semua orang, lewat musik juga kita bisa hidup, lewat musik juga kita bisa berekspresi. Dan gausah peduli si sm apa kata orang as long as lo ga mengganggu dan nyusahin lanjutin dan lakuin aja apa yang lo rasa itu benar.

Oh ya, di lagu ini musik kalian kedengeran agak beda ya? Apakah kalian mau menjauh dari sisi prog yang ada di EP? Dan kenapa milih Danny dari Sequel Of Sunday untuk jd guest vocal?

Yanuar : Kalo dari gua sendiri, iya memang kita ngusung konsep sekarang untuk jauh lebih catchy dari sebelumnya. Mungkin ini salah satu progress dari Undelayed yang ngebedain lagu-lagu kita di EP dan lagu kita sekarang yang bakal ada di album nantinya. Masih banyak yang mau kita explore dari musik Undelayed. Gua ga pernah mau matok Undelayed di 1 aliran. Gua sama yg lain mau explore terus sejauh mana Undelayed bisa bikin musiknya. Dan gua harap juga dari semakin di explorenya musik Undelayed. Yang ngedengerjn kita juga pasarnya bakal jauh lebih luas.

Yanuar : Milih Danny karna. Gua emang mau nyari vibes sele’engannya sama rebelnya si Danny . Dari segi karakter screamnya sama liriknya dia. Itu yg bikin gua yakin sm dia buat jadi bagian dari lagu ini.

Buat Yanuar, sekarang lo kan ngambil dua tugas, selain scream lo juga nyanyi di lagu ada, ada beban dan perbedaan tersendiri ga, setelah di EP dulu lo purely cuma ngescream doang?

Yanuar : Perbadaannya sekarang mungkin harus masih belajar-belajar lagi untuk vocal gua sendiri sih. Gua masih mau lebih matengin lagi karna menurut gua juga suara gua masih setengah matenglah, masih sedikit kurang puas. Tapi seringnya waktu bisalahh. Terus sama mungkin pas dipanggung bawain lagu2 Undelayed udah ga bisa sepetakilan dulu si biar jaga napasnya nanti.

Oke, terakhir nih. Setelah ‘Omit’ hal baru apa yang akan kalian rilis? Album mungkin? haha.

Dzikri : kita bakal ngeluarin (insyallah) single2 dulu sih, baru abis itu album doakan ya!

Itu lah obrolan gue sama Yanuar, Dzikri, Edrian dan Yudha dari Undelayed. Di lagu ini gue juga berperan dikit sebagai co writer dan vocal director, jd seneng juga sih bisa terlibat. Yuk kita tungguin aja terobosan2 baru dari band berbahaya dari Bintaro ini, yuk kita dengerin lagu baru mereka!

Undelayed feat Danny Supit of Sequel Of Sunday – Omit (Lyrics)
Muting the silence

Infinite question crawling from your deepest abyss
Destabilize the static within my fortress
Provoke the arrow and paralyze this bliss

The fester remains, the grin is fraud
Vicious play sealed by solitude
Pushing my edge away……
my grip is beyond the reach somehow

Stop rain….
on my parade
Could you justify the brand new ‘you’ with this tidal charade?

Disdain….
In masquerade
Are you lost and found? Are you stained your life? Is this your lashing blade?

Motherfucker, you can tell me how much you’ve bled for this
Now you might find it hard to believe that I’m going too far out of reach
You never moved, while the world moved forward
You never moved, while the world moved forward
When I’m done with all of this, I’ll make sure no one remembers your name

clouded judgement swallow the discerning mind

Stop rain….
on my parade
Could you justify the brand new ‘you’ with this tidal charade?

Disdain….
In masquerade
Are you lost and found? Are you stained your life? Is this your lashing blade?

are you anchoring your sinking ship?
are you harboring your sinking ship?

Stop rain….
on my parade
Could you justify the brand new ‘you’ with this tidal charade?

Disdain….
In masquerade
Are you lost and found? Are you stained your life? Is this your lashing blade?

Tadi kan lo denger suara nya Danny? Jangan lupa juga denger lagu band gue sama dia, Sequel Of Sunday, kita baru aja rilis album, jadi kalo mau denger bisa langsung di bawah sini!

I play bass for Sequel Of Sunday, i love noodles and eating.

Share Artikel Ini!

Leave a Reply