Surat Terbuka Atas Berakhirnya Sequel Of Sunday

Share Artikel Ini!

Tidak ada yang abadi.

Ya, ini lah yang harus terjadi terhadap band yang gue rintis dari bener bener 0.

Setelah 5 tahun lebih saya dan teman teman di sequel berjalan kesana kemari, main musik yang banyak orang bilang musik gak bener, dandan kaya orang sinting dengan lumurin badan pake cat item. Belum lagi, dulu juga pernah bikin orang orang kaget karena kepala gue berdarah (yang sebenernya cuma sandiwara aja) hehehe. Sekarang saatnya kita untuk menutup buku dan mencoba hal baru dalam hidup.

Sequel Of Sunday adalah bagian terpenting dari hidup saya, mungkin juga untuk ke 4 temen saya yang lain. Kita membangun band ini dari bener bener 0. Kita gak punya temen di komunitas, karena mostly kita adalah warga biasa yang jauh dari hingar bingar komunitas metal saat itu. Dulu kita percaya kalo musik akan ngebawa kita ke tempat yang gak pernah kita kunjungi, dan alhamdulillah semua terwujud. Berkat kerja keras dan tekad yang kuay untuk terus bermusik, kita sukses merilis EP di tahun 2014 dan full-album awal tahun ini.

Banyak kenangan yang gak akan bisa gue lupain, karena sangat mengasyikkan untuk ngeband bareng sahabat yang saling mengerti satu sama lain. Secara musikal kita ber5 juga sangat cocok, dengan jarang nya kita berantem soal musik yang kita buat.

Namun yang abadi cuma ‘akhir’ dan inilah akhir dari semua itu.

Terima kasih untuk semua yang udah sudi mendengar karya band saya, membeli merch dan rilisan fisik album kita, dateng ke show untuk mosh bareng, atau yang cuma sekedar lewat dan nonton kita sebentar. Kalian semua udah jadi bagian dari perjalanan ini, dan kita sangat senang pernah menghibur kalian.

Semoga musik yang kita buat selalu jadi penyembuh di saat kalian semua merasa dikalahkan oleh hidup.

Selamat tinggal!

Raga Maharasta

I play bass for Sequel Of Sunday, i love noodles and eating.

Share Artikel Ini!

Leave a Reply