Pesta Emo Awal Tahun : Taking Back Sunday Live In Jakarta

Share Artikel Ini!

Adam Lazzara : photo by @alexis_calvin


 

Walau langit kurang bersahabat dan banyak tempat di Jakarta yang diguyur hujan pada Rabu, 23 Januari 2019, itu gak menghalangi para anak emo Ibukota untuk dateng ke Tennis Indoor Senayan, demi berziarah ke konser salah satu Raja Emo bernama Taking Back Sunday. Mayoritas yang datang adalah anak anak yang dulu pernah muda (atau bisa dibilang umur mereka sekarang di atas 25an). Mereka datang untuk menjadi saksi pertunjukan rock terbaik di awal tahun ini bernama Rock N Sound, sekaligus pembayar rindu karena TBS sempat mau mampir ke Indonesia beberapa tahun lalu, tapi konsernya batal karena ada alasan tertentu.

Selain Taking Back Sunday, ada dua band rock terbaik lokal yang ambil bagian, mereka adalah PADI REBORN dan The Sigit. Sebuah keragaman yang menyatu dalam satu payung besar bernama ROCK.

Fadly Padi : photo by @alexis_calvin


 

PADI REBORN adalah band pertama yang tampil, mereka memulai set nya pada pukul 8:31. ‘Sang Penghibur’ menjadi lagu pertama untuk membuka konser, sebelum kita digeber oleh nomor nomor keras seperti ‘Terluka’ dan ‘Ketakjuban’. PADI REBORN emang membawakan set yang cukup spesial malam ini karena mereka memainkan lagu lagu yang jarang mereka bawain dan sama sekali gak bawain lagu ballad. Band yang digawangi oleh Fadly (Vocal), Piyu (Gitar), Ari (Gitar), Rindra (Bass) dan Yoyo (Drum) seakan menunjukkan kalo mereka adalah band rock terbaik yang dimiliki oleh Negeri ini. Semua lagu di dalam set adalah lagu lagu keras, bahkan mereka memasukkan ‘Hitam’ ke dalam setlist. Lagu itu jarang banget dibawain, terakhir pas gue nonton konser mereka di salah satu mall di Bintaro, mereka gak bawain ‘Hitam’ dan gue cukup kecewa waktu itu, dan rasa kecewa itu terbayar lunas malam ini. Yoyo sempat melakukan solo drum sangar di tengah ‘Bayangkanlah’. PADI REBORN menutup set nya dengan lagu andalannya ‘Sobat’, sebelum akhirnya pamit dan meninggalkan stage.

Band kedua yang main adalah The Sigit. Jujur gue gak terlalu familiar sama mereka dan ini bener bener pertama kalinya gue nonton set yang mereka mainin. Aroma garage rock/psychedelic langsung tercium begitu mereka naik panggung baik dari fashion dan aura para personilnya, sebuah perbedaan yang cukup kentara karena sebelumnya kita digeber oleh musik alternative rock ala PADI REBORN. Kini saatnya salah satu band rock n roll terbaik Indonesia yang pamer aksi. Membuka set dengan ‘Detourne‘, vokalis mereka Rekti Yoewono tampil tanpa gitar dan melakukan aksi memutar michrophone ala cowboy. Penampilan mereka sangat solid dan tight, tanpa basa basi mereka menggeber nomor nomor hits nya tanpa jeda sebelum menutup set dengan ‘Black Amplifier’. Pengalaman pertama gue menonton mereka dan setuju sih kalo banyak orang bilang mereka punya daya magis yang kuat. The Sigit berhasil menyebar sihirnya ke seluruh penjuru Tennis Indoor Senayan.

The Sigit : photo by @alexis_calvin


 

Lampu di matikan, semua hening. Banyak pula penonton yang memilih keluar venue untuk minum atau membeli makan sambil menyiapkan diri untuk menyaksikan Taking Back Sunday. Setelah menunggu hampir setengah jam, yang dinantikan akhirnya menunjukkan dirinya. John Nolan (Gitar/Vocal), Shaun Cooper (Bass), Mark O’Connell (Drum) dan touring guitarist Nathan Cogan bergantian naik ke stage, sebelum sang frontman Adam Lazzara menyambut kita dengan ‘You Know How I Do’ yang didapuk sebagai lagu pembuka. TBS sukses membakar semangat penonton dengan atraksi Adam memutar michrophone kesana kemari. Kalo ada lomba muterin michrophone mungkin si Adam bakalan selalu jadi juara satu hahaha.

Mark O’Connel : photo by @alexis_calvin


 

Bike Scene’ di geber tanpa ampun setelah ‘You Know How I Do’.

Your lipstick, his collar dont bother Angle, i know exactly what goes on

Line pertama dari ‘Cute Without The E (Cut From The Team)’ yang diteriakan Adam sukses membuat penonton bergeliat liar. Moshpit kecil timbul saat emo-anthem ini dibawakan, TBS memberikan mini orgasme kepada setiap manusia yang hadir di dalam Tennis Indoor Senayan. Taking Back Sunday sendiri memang lagi ngadain world tour dalam rangka merayakan 20 tahun karir mereka. Menjadi band yang konsisten selama 20 tahun memang bukanlah hal yang mudah, TBS tetap berkarya meskipun banyak band sejawat yang sudah tutup usia. Di dalam tour ini mereka membawakan debut album ‘Tell All Your Friends’ secara penuh dan beberapa hits terbaik nya.

Nathan Cogan : photo by @alexis_calvin


 

Single dari ‘Tell All Your Friends’ seperti ‘You’re So Last Summer’ dan ‘Timberwolves In New Jersey’ tanpa kompromi mereka geber sebelum menutup setlist album perdana dengan ‘Headclub’. Setelah beres membawakan lagu lagu di album debut, Adam sempat bilang ke penonton kalo mereka bakal bawain lagu sesuai dengan apa yang penonton inginkan.

A Decade Under The Influence’ berkumandang sekaligus membuat penonton semakin bersemangat untuk sing-along. Lagu yang bercerita tentang Adam yang putus sama ceweknya sebelum nonton konser Coldplay tapi mereka udah beli tiketnya. Karena udah terlanjur beli, akhirnya mereka memutuskan untuk tetap pergi, walau udah putus dan perjalanannya malah jadi awkward. Single ini dirilis pada album ‘Where You Want To Be’ yang sukses nangkring di posisi 3 Billboard tahun 2004 dan bertahan 19 minggu dalam chart!

Shaun Cooper : photo by @alexis_calvin


 

Error: Operator’ menjadi lagu berikutnya yang mereka mainin, lagu dari album ‘Louder Now’ yang penuh energi semakin memanaskan kami yang hadir di Rock N Sound.

Buat gue, menyaksikan aksi Taking Back Sunday sendiri adalah sebuah hal yang gak terlupakan. Mengingat masa jaya mereka yang hadir satu dekade lalu dan baru sempat datang ke Jakarta pada hari ini. Sebuah pengalaman berharga yang mungkin akan susah untuk terulang. Beberapa kali gue terkagum kagum dengan aksi mereka disamping produksi show yang emang keren banget!

Tata suara dan cahayanya sungguh menakjubkan dan sempurna. Sound yang dihasilkan sedari awal PADI REBORN main sampe Taking Back Sunday naik panggung memang bersih dan bagus, gue bisa merasakan irama musiknya nusuk ke dalem jantung. Sebuah produksi show yang mahal dan keren banget. Semoga Rock N Sound bakalan berlanjut untuk tahun depan dan tahun yang akan datang.

Performa Taking Back Sunday masih sangat prima, walau para personilnya udah gak muda lagi. Energi yang mereka hasilin masih sama seperti dulu jaman mereka jaya, Adam sendiri adalah highlight nya. Berulang kali doi lari kesana kemari, muterin michrophone melilit ke lehernya, tapi dengan vokal yang stabil. Stamina mereka juga luar biasa, karena dalam tour ini hampir tiap hari mereka manggung dan baru sampe ke Jakarta pada dini hari sebelum show. Semua personil TBS adalah entertainer sejati.

Beberapa kali mereka melempar lelucon menggelitik yang bikin para penonton tersenyum, seperti waktu Adam bilang sehabis manggung dia bakalan nelfon bokapnya dan ngasih tau kalo dia ada di Jakarta untuk manggung. Doi juga bilang pas sebelum manggung dia sempet keliling Senayan dan bersyukur kalo dia ga naik mobil, karena macet nya minta ampun. Situasi lucu juga terjadi saat John menghimbau ke penonton betapa penting nya untuk gak dehidrasi dengan cara minum air putih, padahal selama show yang dia minum tuh beer hahaha.

John Nolan : photo by @alexis_calvin


 

Nomor nomor seperti ‘Set Phasers Stun’, ‘Flicker, Fade’ yang bikin gue merinding, ‘This Photograph Is Proof (I Know You Know)’ yang bikin penonton riuh sing-along, What’s Feels Like To Be A Ghost’, ‘Number Five With A Bullet’, ‘Liar (It Takes One To Know One),’You Cant Look Back’, sebuah ballada akustik ‘New American Classic’, dan lagu anyar dari album kompilasi ‘Twenty’ berjudul ‘All Ready To Go’.

Taking Back Sunday menutup set nya dengan salah satu lagu kebangsaan anak emo sekaligus hits terbesarnya ‘Makedamnsure’. Klimaks benar benar terjadi di lagu ini, semua penonton bernyanyi, berteriak, bahkan ada yang matanya berkaca kaca. Lagu ini juga menjadi lagu yang memperkenalkan gue ke mereka pada dahulu kala pas masih SD dan gue langsung suka sama band ini. Sempat ga percaya juga akhirnya nonton lagu ini dibawain secara live di depan mata gue oleh band aslinya. Lagu ini juga menjadi favorit gue untuk sing along kalo dateng ke Emo Night.

Secara menyeluruh event Rock N Sound ini memberi kesan yang positif buat gue karena sekarang udah jarang ada event rock yang punya produksian sebagus ini dan lumayan menghapus dahaga kita semua yang kangen sama event rock berkelas kaya gini. Wacana soal event ini diadakan setiap tahun semoga menjadi kenyataan. Big applause for My Will Entertainment yang udah bikin event sekeren ini.

Hujan mengiringi jalan pulang para anak emo yang sekarang sudah tumbuh dewasa dan punya tanggung jawab. Mereka bukan remaja tanggung berambut poni lempar yang pake skinny jeans dan t-shirt warna neon bergambar monster lagi. Kita semua memang udah tumbuh dewasa dan punya masalah yang lebih besar dari cuma galauin pasangan, tapi malam ini Taking Back Sunday sukses membuat 2019 berasa seperti 2006. Nostalgia manis yang membuat kita mengingat indahnya masa lalu.

Seiring berjalannya waktu, tren dan keadaan, gue masih bangga untuk bilang kalo gue masih emo karena ‘emo is not a phase’.

Emo adalah jatidiri.

Adam Lazzara : photo by @alexis_calvin


 

Terima kasih Taking Back Sunday, kami semua akan selalu mengingat malam yang indah ini!

Share Artikel Ini!

Leave a Reply