Band Hardcore Gabungan Jakarta-Bandung, Grief. Rilis EP Perdana Yang Sarat Akan Kegalauan

Walau band ini usianya baru seumur jagung, tetapi hal itu tidak menghalangi mereka untuk merilis EP perdananya.

Grief. adalah band Melodic Hardcore anyar yang cukup unik karena para personilnya bermukim di dua kota yang berbeda. Danny (Vokal) berada di Jakarta, sedangkan Zacky (Gitar), Biman (Gitar), Agung (Bass), dan Akbar (Drum) tinggal di Bandung.

Danny dulu ngeband sama gue di Sequel Of Sunday, Zacky adalah bassist dari Colours And Carousels, Agung, Akbar, dan Biman adalah musisi yang lama eksis di skena Bandung. Jadi bisa dibilang Grief. adalah band baru tapi personilnya sama sekali bukan orang baru di dalam dunia permusikan.

Gue sempet ngobrol banyak sama mereka soal EP, musik, dan suka duka menjadi band yang bisa dibilang statusnya LDR.

Mari disimak secara seksama!

Jujur gue penasaran banget sama kalian. Gimana ceritanya kalian bisa ngumpul dan ngebentuk band ini?

Danny : Awalnya dari iseng2 doang gua sama Zacky mau buat band yang kaya hardcore sedih, secara band kita yang dulu alirannya metal banget. terus Zacky juga ngajak Akbar, karena mereka udah ngeband dari jaman sekolah dulu, terus dari situ buat lengkapin formasinya, kita ajak Biman dan Agung.

Zacky : Yang gua awalnya tidak akan mungkin ngeben karena beda jarak jkt-bdg karena sebelumnya gua baru kali ini ngeben long distance begini sob. Tapi syukur, semua bisa terjadi lur karena effort anak2 jugaaa akhirnya ben ini bisa terlahir juga yea.

Biman : Gua gabung karena dari awal emang sudah suka musik emotional hardcore dan yang sejenis terus memang punya band dengan genre sama. Tapi Grief. Punya sentuhan beda waktu awal awal gua dikasih raw materinya sama Jeki (Zacky). Terus coba denger dan ikut latihan dan akhirnya ya setelingan secara referensi jadilah gua gabung Grief.

Akbar : Kalo dari gua mungkin tambahannya gua sama Zacky kebetulan udah satu band dari sma sampe sekarang. Waktu itu Grief baru rencana antara Danny sama Zacky. Dan Zacky kemudian ngajakin gua. Gua iyain aja karena gua juga kebetulan seneng sama musik yang dimainin si grief. Kemudian nanti pas udah jalan produksi buat EP yang baru rilis kemarin, biman sama agung gabung. Jadi sekarang ada berlima, yang asalnya cuman bertiga saja. Ada yang udah saling kenal dan baru kenal pas udah gabung di Grief. Senengnya kita satu frekuensi gitu sih. Jadi pas udah jadi berlima flownya ternyata enak, gaada kaya canggung2 baru kenal gitu haha.

Agung : Gua pertama nya dengerin materi si Grief dari Biman.
Dan kebetulan gua dulu band nya sama genre nya kaya gitu, ga lama akhirnya jeki ajakin gua gabung Grief yaaaa gua mau bangetlah. Karena dari band dulu gue sudah keluar.

Kalian baru aja ngerilis EP “Denial, Anger, Bargaining, Depression, and Acceptance”, tema dan pesan apa yang mau kalian sampaikan dari EP ini?

Danny : Grief. lahir karena gua pribadi pengen nulis sesuatu yang beda dari sebelumnya. Dan memang kalau rilisan Grief. itu agak melankolis, it is expected.

Tema EP kita secara khusus membicarakan tentang bagaimana kita orang-orang deal with our pain. Ibaratnya kaya constant struggle yang kita hadapi sama konflik-konflik di hidup kita. Dari yang pertama kita menolak atau mengelak (Denial), terus ke fase yang kita gak bisa terima dan marah-marah (Anger), next move ke titik di mana kita mulai turun dari titik marah-marah itu (Bargaining), dan kita ke titik yang manusia jaman sekarang sudah akrab sekali yaitu Depression, dan pada akhirnya kita terima kenyataan (Acceptance) kalau itu memang sudah terjadi.

Kita (Grief.) di sini mencoba menyampaikan apa yang kita rasakan dari pengalaman pribadi, and we are trying to break down all of those five things through this EP. Semoga ada yang bisa relate.

Akbar : Nambahin Danny, terlepas tema EP ini yang mencoba buat mengangkat isu yang bisa dibilang melankolis, kita engga mencoba buat bikin hal-hal tersebut sebagai hal yang keren. Kesedihan bukan hal yang patut dibanggakan. Kita mencoba buat speak up kalo apa yang kalian rasakan perihal kesedihan, yang bisa berbentuk apa saja, itu valid. Dan itu patut dibicarakan. Syukur-syukur kalo yang denger bisa relate dan terbantu sama musik yang kita bikin.

Suka duka apa yang kalian rasain sebagai band yang LDR’an?

Akbar : Mau latihan susah yang pasti haha. Intinya kita seneng bisa tetep produktif walau terhalang jarak yea. Jarak engga jadi hal yang begitu mengganggu karena kita masih bisa tetep jalan sebagai sebuah band. Itu yang gua syukuri. Tidak ada suka duka sejauh ini.

Danny : Kalau buat gua gak ada suka duka. Biasa saja. Malah enaknya tidak kebanyakan briefing haha.

Biman : Yang gua rasain walaupun emang beda provinsi masalah komunikasi lancar lancar saja danny selalu stand by dan yang dibandung juga stand by, tapi emang masalah latihan yang susah. Tapi danny sigap kalo berangkat ke kota kembang ini Haha. Asal setiap planningnya mateng (tanggal jelas, kepentingan jelas) walaupun LDR bisa produktif hahaha.

Zacky : Buat gua sih enaknya karena jarang ketemuu Ada apa2 jadi jelas lur, Tida banyak basa basi ini itu, pas ketemu sekiranya ada proyek Langsung execute. Saling menghargai satu sama lain.

Hal apa yang orang orang dapat dan dengar sekiranya saat mereka mendengar nama Grief?

Zacky : Merenung sob, sedih. Itu sih menurut gua pribadi.

Agung : Sama kaya jeki , kalo orang orang bilang mah hardcore galau haha.

Danny : Musiknya yang sama sama aja lur kaya band melodic hardcore pada umumnya di Indo yang sedih. Cuma kita akan terus berusaha buat semenarik mungkin, gak bertele2 dan kepanjangan.

Biman : Susah ikhlas, Merenung dan Kesendirian. Tapi kalo liat video blight “susu tumpah” itu sih wkwkwkw

Akbar : Melodic Hardcore, Hardcore atau Metalcore.

Terakhir, bakalan ada hal baru apa yang kalian keluarin di 2019 ini?

Zacky : Manggung2 sambil bikin materi baru lur.

Akbar : Gua pribadi cuman pengen hidup seneng WKWKWKWK. Manggung sama bikin album semoga dapat terwujud kalo hubungannya dengan band.

Danny : Sama sob manggung dan buat rilisan lagi.

Biman : Gua di 2019 sih berharapnya produktif terus saja sudah guud sekali karena itu sudah buat gua bisa berekspresi lurr hahaha apapun bentuk produktifitas itu guud.


Grief. adalah pendatang baru yang kiprahnya sangat patut untuk kita tunggu.

Kalian bisa stream EP dan video mereka di bawah ini!

Leave a Reply