9 Band Technical Death Metal Indonesia Yang Harus Kamu Tau!

Share Artikel Ini!

techdeath

Ah! Technical Death Metal! salah satu subgenre musik paling ekstrim di dunia!  Ciri khas technical death metal identik dengan struktur lagu yang kompleks, pola ritmik yang tidak biasa, diminished chords, dan yang paling utama…. FAST AS F*CK dan penuh dengan teknik gitar, bass, dan drum yang ekstrim seperti tapping, sweeping, string skipping, blast beats, bahkan gravity blasts. Disini gue ingin share ke kalian beberapa jagoan tech-death dari tanah air! Check this out!

1. Parasite of human side

Parasite Of Human Side.jpg

Parasite of Human Side adalah band Tech Death asal Padang. Beda dari Tech Death pada umumnya, POHS memiliki instrumental yang sangat melodic dengan memakai skala dan pilihan nada musik klasik dan baroque (yang menurut gue lebih berasa dibandingkan band seperti Fleshgod Apocalypse). Walau mereka merancang melodi yang sangat indah untuk di kuping, mereka masih merekat dengan akar technya, kalian bisa dengar sweeping dan shredding dimana-mana yang kemudian akan transisi ke skala death metal chromatic dan blast beat pada umumnya. Gabungan antar keindahan dan kesangaran ini yang membuat musik mereka terasa sedang moshing sesaat nonton sebuah concerto.

Dengarkan: Parasite Of Human Side – Obsolescence Serenade

 

2. Killer Of Gods

Killer Of God.jpg

Killer Of Gods berasal dari Semarang. Tempo musik yang mereka mainkan tidak terlalu cepat, membuat musik mereka sangat nyaman untuk didengar. Bintang di band ini menurut saya adalah basssnya yang suka berjalan diluar melodi dan ritem gitar, tetapi pada saat yang penting akan memainkan note yang sama. Ini terdengar sangat jelas pada detik 02:40 di lagu yang berjudul “Power Ideology”, dimana bass dan gitar sama-sama sweeping.

Dengarkam : Killer Of Gods- Power Ideology

 

3. AUTICED

auticed.jpg

Bandung memang sudah memproduksi mayoritas musik cadas yang berkualitas di Indonesia, salah satunya adalah AUTICED. Band ini memainkan musik yang ngebut, technical, tetapi secara pengambilan not gitar dan bass sangat nyaman didengar oleh kuping. Mereka banyak memakai skala klasik juga yang menginatkan kami dengan band seperti Fleshgod Apocalypse, lalu ditambah dengan banyak unsur yang sangat symphonic seperti choir dar orchestra yang terdengar mungkin terinfluens dari Spawn Of Possession. Harus banget dengerin band ini!

Dengarkan: AUTICED – Terror Of Horror

4. DJIN

djin.jpg

Jika harus mendeskripsikan Djin dengan satu kata, gue akan pilih “INSANE”! Band tech death asal Medan ini adalah band Indonesia paling ngebut yang gue pernah dengar. Gitar dan Bass sweeping dan tapping tiada hentinya, dan drum blasting dan gravity terus sampai terdengar seperti machine gun.

Contoh:

Sekarang, lagu DJIN agak cenderung “nge-djent”, dengan tuning lebih rendah dan banyak main open string, tetapi tanpa meninggalkan root Technical mereka. Ini adalah band yang harus kamu dengarkan jika kamu suka music seperti Braindrill, Viraemia, bahkan sampai ke HAARP Machine.

Dengarkan: DJIN – Lucid Interception

 

5. Xenochrist

xenochrist.jpg

Dari nama “Xenochrist” kalian sudah bisa tebak kalau band ini penggemar The Faceless, dan ini terdengar sangat jelas dari lagu-lagunya. Mereka banyak memainkan chord jazz ala Michael Keane, dan juga bass yang selalu jalan seperti era Evan Brewer. Walaupun, terinfluens berat oleh pemain tersebut, di sebagian lagu mereka juga menggabungkan banyak unsur thrash, membuatnya sangat unik. Jika kalian suka dengan album The Faceless yang Planetary Duality, kalian pasti akan enjoy band ini!

Dengarkan: Xenochrist – Gelap Dunia

 

6. Crematopsy

crematopsy.jpg

Band dari bandung ini adalah band Tech Death yang paling nge-thrash di list ini. Malaupun banyak ngebut dan ngeblast, lagu-lagu mereka penuh juga dengan guitar solo yang umumnya di band-band thrash. Vocalist mereka juga banyak menggunakan ciri khas nyanyian Dave Mustaine yang hanya menyebutkan kata tanpa melodi ataupun di scream. Sesuatu yang beda dari genre ini pada umumnya.

Dengarkan: Crematopsy – Halcyon Battle

7. Acromatica

acromatica.jpg

Acromatica adalah band tech-death yang unik juga. Lo harus denger intro dari single mereka yang berjudul “Slavery”, dan lo akan ngerti maksud gue. Disitu mereka pakai banyak synth dengan skala yang serupa musik folk tradisional Russia, agak feel video game tahun 90an. Tetapi sehabis itu langsung masuk musiknya yang berat dengan feel neo-classical, dan kalian bisa denger vibe First Fragment, Beyond Creation, Spawn Of Possession, dan Fleshgod Apocalypsenya.

Dengarkan: Acromatica – Slavery

 

8. Grimoire

Screen Shot 2017-11-28 at 11.40.23 PM.png

Band asal Cilacap yang super berbahaya! Grimoire memainkan musik yang super ngebut, terutama dalam segi gitar dan bass, sweeping dan tappingnya tidak ada berhentinya dalam satu lagu penuh! Walaupun mereka hanya memiliki 1 single dan sudah tidak aktif lagi, gue tetap demen banget sama lagunya mereka yang berjudul “Requiem”. Cocok buat kalian fans Braindrill, Viraemia, bahkan Rings of Saturn.

Dengarkan: Grimoire – Requiem

 

9. DeadSquad

DeadSquad.jpeg

Salah satu unit Tech-death asal Jakarta kesayangan gue. DeadSquad sudah aktif lebih dari satu dekade dan lagunya sudah tidak perlu diragukan lagi. Yang membuat band ini sangat technical dalam segi semua instrumentalnya, mereka tetap dapat menulis lagu yang catchy dan gampang di hafal para pendengar, sesuatu hal yang jarang!

Note: Walaupun saat ini gue (penulis artikel ini) sedang menjadi bassistnya DeadSquad, ini gak bisa dibilang bias yah karena pertama gue belum sempat berkontribusi dalam album terakhir mereka yang berjudul “Tyranation” dan juga gue sudah ngefans sama ini band dari jaman SMP!

Dengarkan: DeadSquad – Lahir Mata Satir

 


Anyways, gue juga baru rilis lagu baru untuk project Deathcore gue; MAKHLVK! Check out lagu-lagunya di Spotify:

 

 

Founder of palingberisik.com

I’m on a mission to unite and empower Indonesia’s alternative musicians. I also play bass for the Jakarta based Technical Death Metal band; DeadSquad, and currently working on a solo project; MAKHLVK.

 

Share Artikel Ini!

Leave a Reply