Killing Me Inside Ulang Tahun Ke 11! Dan Inilah Sejarah Mereka Menjadi Band EMO Legendaris Di Indonesia!

Share Artikel Ini!

Killing-me-inside-2005

Band Emo / Post-hardcore legendaris asal Jakarta ini akhirnya merayakan ulang tahunnya ke 11! Tetapi perjalanan mereka bukan sesuatu yang gampang, bahkan penuh dengan drama, obrak abrik personil, dan sempat menjadi salah satu band paling di benci di Indonesia (Yup sampai muncul grup bernama Anti Killing Me Inside, kurang kerjaan banget yah orang-orang?). Tapi seluruh perjuangan mereka sudah paid off! Sampai mereka menjadi Legendaris dan salah satu band EMO paling tua yang masih jalan di Indonesia. Buat kalian yang belum tau perjuangan mereka, inilah sejarah KILLING ME INSIDE selama 11 tahun! Check this out!

 

2005

Killing Me Inside 2006

Ini dia pas Killing Me Inside baru lahir sebagai salah satu band emo pertama di Indonesia dengan member original: Sansan (Yang sekarang di Pee Wee Gaskins), Raka (Sekarang di Vierratale), Josaphat (masih bertahan doi), Randy, dan Onadio (Sekarang di 1990). Jaman dulu belum ada yang dandanannya kayak anak-anak myspace di luar, dengan rambut gondrong di sasak dan di catok, skinny jeans, kaos FFTL dan Chiodos semua. Jaman ini, mereka masih suka main di cafe-cafe kecil bawain lagu-lagu Chiodos, dan of course, banyak anak elitis metal yang membencinya (kapan musik Indonesia maju yah kalau saling membenci).  Pada tahun ini mereka merilis lagu-lagunya seperti The Tormented, Suicide Phenomena, dan A Letter Of Memories.

 

2006

Killing me inside 2005

Ini adalah tahun pas Killing Me Inside mulai naik daun menjadi salah satu band emo paling laku di Jakarta. Pada tahun ini mereka merilis music video The Tormented yang langsung BOOMING!

Mereka juga cover lagu From First To Last – Ride The Wings Of Pestilence, yang waktu itu lagi hits banget! Timbah jatoh cinta deh anak-anak emo Jakarta dengan nih band! Di video ini, Raka tidak bisa ikut manggung, jadi diganti oleh Dochi (PWG).

 

2008

killing me 2008

Pada tahun ini, Gitaris, Raka, keluar dari Killing Me Inside untuk meneruskan bandnya bersama Kevin Aprillio dan Widy Nichlany bernama Vierra (sekarang Vierratale). Tapi hal ini tidak membuat Killing Me Inside menyerah, mereka langsung pertama kalinya tour ke luar negeri, yaitu Malaysia, dan abis itu langsung disikat dengan album pertama mereka berjudul “A Fresh Start For Something New”! Dengan lagu-lagu makin hits lagi seperti “Come On Girl We’ll Burn Money On Vegas”.

 

2009

Killing me inside 2009

Inilah masa susahnya Killing Me Inside, karena Sang vocalist, Sansan keluar dari bandnya, untuk meneruskan karirnya dengan Pee Wee Gaskins, dan sang drummer, Randy juga mengundurkan diri dengan alasan pribadi. Eits, masih saja Killing Me Inside terus berjuang! Kali ini Onadio menggantikan posisinya sebagai pemain bass menjadi FRONTMAN! Posisi bass lalu diisi oleh Agung, dan drum diisi oleh Davi Frisya. Tidak lama setelah pergantian personil ini, mereka merilis single baru berjudul “Moving On”, dengan Onadio sebagai vocalist. And everyone f*cking loved it! Sampai sering masuk ke Channel V.

 

2010

killing me inside air terjun

Bassis, Agung mundur dari band pada akhir tahun 2009, dan killms berjalan hanya ber-3. Dan MAKIN KEREN AJA! Kali ini mereka merilis lagu Indonesia pertama mereka yang berjudul “Tanpa Dirimu”, dan langsung jadi official soundtrack dari film horor “Air Terjun Pengantin” Gokil yah?

 

2011

Killing Me Inside 2011

Nah, pada tahun ini Killing Me Inside mulai berubah total genrenya dan banyak unsur Popnya. Walaupun banyak street team yang tidak setuju dengan transisinya, ini adalah puncak dari ketenaran Killing Me Inside. Mereka merilis lagu terpelan mereka yang berjudul “Biarlah” dan langsung BOOMING banget! Selalu main di TV, dan ada di radio mana-mana. Like literally setiap mall sampai mainin lagu ini terus.
Pada akhir tahun 2011, Davi mengundurkan diri dari Killing Me Inside.

 

2012

killing me inside one reason

Kali ini formasi Killing Me Inside berubah lagi, mereka merekrut Rudye (Thirteen) untuk menjadi member permanen mereka sebagai Backing Vocal dan Keyboard, dan GILA SUARANYA BAGUS BANGET! Pada tahun ini, Killing Me Inside sudah mulai menjulur ke genre mereka sebelumnya, sebagai band Emo / Post-hardcore / modern rock. Mereka merilis album berjudul “One Reason” dan mengeluarkan single berjudul “For One Last Time”, sebagai lanjutan dari lagu paling terkenal mereka, “The Tormented”. Akhirnya Killing Me Inside banyak Screamnya lagi!

 

2014

killing me inside 20162

Tahun paling drama buat Killms!! karena Onadio mengundurkan diri dari band karena konflik berhubung dengan selera musik, Onadio lalu fokus ke band EDMnya bernama “1990” bersama dengan Widy (Vierratale). Walupun bingung, Killing Me Inside tetap pantang menyerah, dan akhirnya mereka mengalami pergantian personil lagi! Kali ini, mereka mencoba sesuatu yang baru dan merekrut CEWEK sebagai vocalist! yaitu Savira Razak (Several Bad Puns Later, Revara), dan seluruh street team langsung jatoh cinta dengan kehadirannya! Posisi bass lalu diisi oleh Angga Tetsuya (ex-Sunrise), dan posisi drum diisi oleh Putra Pra Ramadhan (Sunrise).

Tidak lama kemudian, mereka merilis lagu berjudul “Young Blood”, which every f*cking loves! lagunya sangat fresh, sangat modern, heavy, tetapi dengan suara merdu sang vocalist perempuan! GOKIL DEH!

Lalu langsung disusul oleh album mereka “Rebirth: A New Beginning” dan juga langsung TOUR KE KOREA!!!

Perjuangan band ini sudah paid off! Dari banyak dibenci oleh anak-anak metal elitis dan HC elitis, sampai gonta ganti personil, sampai menjadi 11 tahun dan sudah patut dibilang “Legend”.

Long Live Killing Me Inside! Indonesia bangga dengan kalian!

 

Jangan Lupa Follow Akun Social Media Kita!

SUB3
instapb

FESBUKPB

twitterpb2

Suka Artikel ini? Check this out!

Screen Shot 2016-05-19 at 8.17.34 PM

Screen Shot 2016-05-23 at 11.19.02 PM

Screen Shot 2016-05-28 at 12.02.24 PM

 

 

Kami adalah…

Share Artikel Ini!

Leave a Reply